gravatar

Cara mempercantik Layar log on di Windows Vista

Layar log on di Windows Vista sudah berubah jauh lebih baik dibandingkan Operating System zaman dahulu. Tapi, sebagus-bagusnya wallpaper Windows Vista, lama-lama bosan juga ya, melihat gambar yang sama setiap hari.

Sayangnya di Windows Vista ini kita nggak bisa mengganti wallpaper layar log on semudah di layar desktop. Sebagai solusinya, kita harus meminta bantuan pada program bernama Stardock Logon Studio.

Untuk menggunakan aplikasi tersebut kita harus mengunduhnya dari situs www.stardock.com kemudian instal program tersebut di Windows Vista. Kalau program Logon Studio sudah ter-instal, lakukan langkah-langkah berikut:
1. Klik tombol Start, kemudian ketik LogonStudio pada kotak pencarian dan tekan Enter.
2. Setelah jendela Logon Studio terbuka, beberapa contoh background akan ditampilkan. Untuk menjadikannya sebagai wallpaper, Anda cukup mengklik tombol Apply dan wallpaper log on Anda akan berubah.
3. Jika Anda menginginkan gambar yang berbeda, klik Create a new Logon screen dari menu di samping.
4. Ketikkan nama dan klik tombol Browse untuk mencari lokasi file gambar Anda.
5. Setelah Anda memilih gambar, klik tombol Save.
Wallpaper Anda kini telah berada di dalam daftar wallpaper. Kliklah gambar tersebut dan pilih Apply untuk menyimpan perubahan.
Sumber:pcplus




Full Post...

gravatar

Mengamankan System Restore Windows


Pada system operasi berbasis windows ada yang dinamakan system restore. System restore memungkinkan pengguna mengembalikan pengaturan windows ke kondisi sistem operasi yang masih sangat sehat. System restore juga menjaga keselamatan program dan data yang tersimpan dalam sistem. Cara pakainya gampang tinggal klik saja di restore point di system restore dan dalam sekejap akan kembali fresh system operasi komputer kita.
Melihat fungsinya yang begitu penting, akan sangat beresiko jika kita membiarkan layar konfigurasi ini tetap aktif pada komputer yang diakses banyak orang misalnya di warnet, kantor, sekolah. Pengguna dapat dengan mudahnya kembali ke suatu restore point yang kondisinya tidak sesuai dengan pengaturan yang susah-susah kita atur. Apalagi jika di komputer tersebut sudah banyak program yang kita install dan programnya sangat susah kita dapatkan.
Agar itu tidak terjadi, sembunyikan layar konfigurasi System Restore, walaupun begitu trik ini tidak akan menonaktifkan system restore da tetap akan berjalan di belakang layar. Untuk ituIkuti langka-langkah berikut ini untuk mengkonfigurasinya:
a. Pada menu start – run ketik “gpedit.msc” tanpa tanda petik.
b. Masuk ke folder local Computer Policy\Computer Configuration\Adminitratif Tempaltes\System\System Restore.
c. Double klik “Turn off Configuration” kemudian pilih “Enabled”.
d. Lalu klik “OK”
Untuk pembuktian coba buka system restore, lalu coba restore pasti system restore point tidak akan merespon perintah tersebut. Untuk kembali mengaktifkan system restore lakukan perintah diawal tadi dengan memilih “not configured” pada perintah huruf b di atas.

Full Post...

gravatar

Cara untuk Cara Mengoptimalkan Kinerja Windows Vista

Windows Vista memang butuh spesifikasi yang tidak ringan. Bagi beberapa orang, spesifikasi yang diumumkan memang mengejutkan. Pun, dengan spesifikasi itu Windows Vista belum jalan optimal.

PCplus punya jurus-jurus buat mengoptimalkan Windows Vista buat yang terlanjur meninggalkan Windows XP. Satu atau dua jurus sepertinya tak efek. Tapi, ketika jurus-jurus itu disatukan ke dalam suatu paket “Combo” seperti paket-paket di fast food, lumayan terasa cepatnya. Buat gamer, boleh coba jurus-jurus yang bakal dibeberkan.

Mengatur Pembuatan Indeks

Windows Vista punya fitur yang bagus buat pencarian file. Windows Vista akan membuat indeks dari seluruh file yang ada dalam hard disk. Dengan pembuatan indeks ini, pencarian jadi cepat—jauh lebih cepat daripada pencarian tanpa indeks di Windows XP. Akan tetapi, seberapa sering orang mencari file? Kalau Anda jarang melakukannya, pembuatan indeks oleh Windows Vista jadi buang-buang “energi” komputer. Lebih baik, “energi” itu dipakai untuk kegiatan lain. Main game, misalnya.

Bisa saja sih pencarian file tetap cepat, tapi kinerja komputer tetap “oke”. Caranya, buat saja untuk indeks untuk folder dan tipe-tipe file tertentu saja. Kalau mau begitu, begini caranya. Buka Control Panel. Masuk ke Indexing Options. Klik tombol [Modify] lalu tentukan folder yang hendak diindeks. Klik [OK], lalu klik [Advanced]. Buka tab “File Types” untuk memilih tipe file.

Kalau fitur ini tak Anda butuhkan sama sekali, matikan saja. Buka lagi Control panel, lalu buka Programs and Features. Klik [Turn Windows Features On], lalu hilangkan tanda centang pada [Indexing Service]. Klik [OK], lalu restart Windows. Beri tanda centang lagi pada [Indexing Service] kalau pembuatan indeks hendak diteruskan.

Matikan Efek-efek

Vista tampil semakin indah karena Windows Aero. Sayangnya fungsinya mentok di situ dan Windows Aero ini butuh sumber daya yang tidak sedikit. Karena fungsinya cuma buat bagus-bagusan wajah, Windows Aero dimatikan pun tak akan muncul masalah, yang ada malah komputer lebih cepat.

Mau mematikan Aero? Ikuti caranya berikut ini. Klik kanan di daerah kosong di desktop, terus klik [Personalize]. Habis itu, klik [Theme]. Pilih [Classic Look of Windows] dan Windows Aero pun dinonaktifkan.

Kalau Anda ingin tetap pakai tampilan Windows Vista namun tanpa Aero, klik [Windows Color and Appearance]. Hilangkan tanda centang pada [Enable Transparency]. Masih di jendela yang sama, klik [Effects] dan hilangkan setiap tanda centang pada setiap pilihan.

Kebut Start-up

Saat Windows mulai, berbagai program dijalankan. Program itu dimasukkan pada daftar start-up. Sebuah situs web menyebutkan kalau start-up ini adalah pedang bermata dua. Di satu sisi, program yang dijalankan saat start-up bisa membuat program lain dibuka dengan cepat. Di sisi lain, waktu yang digunakan Windows untuk siap digunakan jadi lebih lama. Juga mengurangi jumlah memori yang bisa dipakai oleh program lain.

Kita tentu saja bisa menghapus program dari daftar start-up. Program yang dimatikan tentu saja program yang kita rasa tak perlu. Kita bisa mulai mengurangi daftar program start-up dengan menghapus shortcut program dari menu Startup di menu Start. Klik logo Windows untuk mengakses menu Start, cari submenu Startup, lalu klik kanan pada shortcut program, klik [Delete].

Tidak semua program yang jalan saat start-up didaftarkan di menu Start. Beberapa program ngumpet di registri. Jalankan Registry Editor. Masuklah ke HKEY_CURRENT_USER-Software-Microsoft-Windows-CurrentVersion-Run. Lihatlah daftar program yang ada di sebelah kanan. Hapuslah yang Anda anggap tidak diperlukan. Jangan keburu nafsu dengan menghapus semua. Ada program yang jelas Anda perlukan. Antivirus misalnya.

Masuk juga ke HKEY_LOCAL_MACHINE-SOFTWARE-Microsoft-Windows-CurrentVersion-Run. Periksalah apakah ada program lain yang bisa Anda hapus juga.

Genjot Kinerja Hard Disk SATA

Untuk memastikan hard disk SATA memberikan kecepatan terbaik, kita harus utak-atik sedikit pengaturan di Device Manager. Sekadar tahu saja, secara teori koneksi SATA memiliki kecepatan sampai 300MB per detik. Kecepatan hard disk-nya sendiri umumnya baru mencapai sekitar 120MB per detik.

Buka Device Manager dengan membuka menu Start, isikan “devmgmt.msc” lalu tekan [Enter]. Pada daftar perangkat keras yang ditampilkan, klik ganda pada [Disk drives] untuk melihat menu di bawahnya. Setelah itu, klik ganda pada hard drive Anda. Klik tab [Policies]. Beri tanda centang pada [Enable advanced performance].

Sedikit catatan untuk tips yang ini. Ada risiko tatkala opsi ini dihidupkan. Risikonya adalah kehilangan data ketika komputer dengan tiba-tiba putus hubungan dengan listrik.

Rawat Hard Disk

Penting nih merawat hard disk. Bukan merawat secara fisik saja. Membuang file dan program yang tidak Anda pakai lagi pun termasuk merawat hard disk. Hard disk yang dipenuhi oleh file dan program bisa membuat kerjanya tak maksimal.

Berikut adalah cara membersihkan hard disk dari file sisa-sisa berinternet, program yang sudah dihapus, file sementara, dan beberapa file yang sudah tak diperlukan. Buka menu Start lalu masuk ke [All Programs] > [Accessories] > [System Tools] > [Disk Cleanup] atau dengan buka menu Start dan ketikkan “Disk Cleanup” di kotak pencarian lalu tekan [Enter].

Pilih drive yang akan dibersihkan, lalu klik [OK]. Hard disk bisa dibersihkan lebih lanjut dengan mengklik tab [More Options] dan mengklik dua tombol untuk membuang peranti lunak dan file System Restore yang tidak diperlukan.

Defrag juga bisa dilakukan. Klik menu [Start] lalu masuk ke [All Programs] > [Accessories] > [System Tools] > [Defragment].

Atur “Page File”

Windows Vista punya sistem “page file” yang sangat baik. Sekadar info singkat, page file adalah berkas untuk menyimpan file yang tidak cukup diletakkan di memori utama. Page file itu lokasinya ada di hard disk.

Page file di Windows Vista sudah dibuat agar ukurannya kecil sehingga tidak memakan kapasitas hard disk. Soal ukuran file ini tak usah dibahas. Yang perlu kita bahas adalah lokasi page file. Kalau Anda punya dua hard disk, cari tahu hard disk yang lebih cepat. Nah, atur agar “page file” ditaruh di hard disk itu. Kalau pun kedua hard disk Anda berkecepatan sama atau Anda malah hanya punya satu hard disk, “page file” baiknya ditaruh di partisi yang berbeda dengan partisi Windows.

Caranya? Begini. Kalik kanan [Computer] terus klik [Properties]. Klik [Advanced System Settings] yang ada di sebelah kiri. Klik tab [Advanced], klik tombol pertama dari tiga pilihan yang muncul. Masuk ke tab [Advanced]. Klik tombol [Change] dan hilangkan tanda centang pada [Automatically manage paging file size for all drives]. Klik [Set]. Kemudian, pilih drive C dan klik [No paging file]. Sekarang, pilih drive lain yang hard disk-nya lebih cepat atau partisi lain selain Windows. Pilih [System managed size], lalu klik [Set], dan [OK].

Pakai ReadyBoost

Cara paling efektif untuk memperbaiki kinerja Windows adalah dengan menambah memori. Mahal, kan menambah memori? Kalau Anda merasa begitu, ada cara yang lebih murah. Menambah memori bisa dengan USB flash disk yang sekarang ini sudah ada di saku Anda.

USB flash disk bisa Anda pakai untuk menambah memori. Anda juga bisa pakai media penyimpanan lain asal pakai koneksi USB. Perlu diketahui, penambahan kinerja enggak bakal sebanyak kalau Anda menambah memori “beneran”.

Fitur Windows Vista untuk itu adalah ReadyBoost. Colok USB flash disk atau media penyimpan lain. Ketika jendela autoplay muncul, pilih [Speed yp my computer]. Kalau saja autoplay Anda tidak aktif, Anda bisa menyalakan ReadyBoost dengan mengklik kanan pada drive USB flash disk, kemudian klik [Properties]. Klik tab [ReadyBoost]. Pastikan pilihan [Use this device] sudah terpilih. Kemudian, tentukan kapasitas yang hendak digunakan untuk ReadyBoost dengan memindahkan papan geser.

Stop Periksa Sisa Kapasitas Hard Disk

Balon-balon informasi yang muncul di pojok kanan bawah yang memberi tahu kalau sisa kapasitas hard disk sudah mau habis bisa mengganggu. Lagipula, balon-balon itu sudah pasti memakai tenaga dari komponen yang ada. Memang tak banyak sih tenaga yang dipakai sehingga mematikan fungsi ini pun tak akan meningkatkan kinerja komputer secara signifikan. Tapi, lagi-lagi PCplus beri tahu kalau trik kecil ini dikombinasikan dengan trik lainnya, (siapa tahu) peningkatan kinerja lebih terasa.

Jalankan Registry Editor. Masuk ke HKEY_CURRENT_USER-Software-Microsoft-Windows-CurrentVersion-Policies-Explorer. Setelah itu, klik [Edit] > [New] > [DWORD (32-Bit) Value]. Beri nama “NoLowDiskSpaceChecks”. Klik ganda pada DWORD value yang baru itu, lalu isikan nilainya dengan “1”.

Setelah itu, masuk ke HKEY_CURRENT_USER-Software-Microsoft-Windows-CurrentVersion-Explorer-Advanced. Cari DWORD value bernama “EnableBalloonTips”, “FolderContentsInfoTip”, dan “StartButtonBalloonTip”. Kalau DWORD value itu tak ada, buat saja. Caranya seperti pada paragraf kedua trik ini. Kemudian isikan nilainya dengan “0”.




Full Post...

gravatar

Cara Mengamankan Laptop dari Virus

Semua komputer yang terhubung dengan internet lebih rentan terhadap serangan virus, begitupun juga dengan laptop. Karena laptop lebih gampang terhubung dengan internet melalui koneksi Wi-Fi. Dengan koneksi Wi-Fi inilah paling rawan terserang oleh virus. Dengan Internet semakin mempermudah untuk penyebaran virus, apalagi saat ini, sebuah virus sudah dapat menyebarkan dirinya ke seluruh jaringan komputer dalam hitungan beberapa detik.

Untuk membersihkan sebuah laptop dari infeksi virus memang tidak semudah membersihakan virus yang menyerang komputer dekstop. Jika komputer dekstop terinfeksi virus cukup parah dan bila antivirus yang diinstall pada PC tidak mampu, biasanya melepas harddisk dan meng-slave-kannya pada komputer yang bersih untuk di scan. Tapi langkah tersebut tidak mudah untuk laptop, karena untuk mengambil harddisk yang ada di dalam laptop tidaklah gampang.

Ada beberapa langkah untuk mengantisipasi serangan virus. Antisipasi ini untuk mencegah virus masuk dan menginfeksi sistem laptop Anda. Gunakanlah antivirus yang terekomendasi bagus dan handal. Anda bisa menggunakan antivirus yang tersedia gratis di internet.

Pertama, lakukanlah backup data secara rutin. Hal ini akan mencegah Anda kehilangan data penting apabila laptop Anda ternyata masih terinfeksi virus. Jika sering menggunakan disket, flashdisk, harddisk eksternal, pada komputer/laptop yang dipakai oleh banyak orang, ingatlah selalu untuk melakukan scanning antivirus pada media penyimpanan tersebut sebelum Anda menjalankannya pada laptop kesayangan Anda.

Kedua, waspadalah terhadap lampiran/attachment email. Sampai saat ini, lampiran email merupakan sarana yang paling disukai oleh pembuat virus untuk menyebarkan virus buatannya. Disamping mudah menipu penerima email, penyebaran via lampiran email juga berlangsung sangat cepat. Jangan pernah membuka suatu lampiran email sebelum melakukan scanning dengan program antivirus, walau email tersebut datang dari sahabat Anda sekalipun.

Ketiga, berhati-hatilah saat mendownload program gratisan yang banyak ditawarkan di internet. Selalulah mendownload dari situs yang terpercaya berdasarkan review banyak orang. Lakukan scanning installer program tersebut sebelum dipasang di komputer.

Keempat, saat melakukan browsing, maka sebaiknya berhati-hati terhadap website atau link yang disebar via program messangger.

Kelima, jika sudah tidak mampu lagi dengan anti virus jalan terakhir adalah dengan instal system operasi laptop anda. Itu adalah jurus terakhir.




Full Post...

gravatar

Cara Membersihkan Virus Lewat Flash Disk

Sekarang membersihkan virus atau deteksi dini virus bisa dilakukan melalui flashdisk. Yang berguna untuk mengamankan flashdisk dari virus sekaligus membasminya.

Komputer bisa terinfeksi virus lewat flash disk. Dari mana virus di flashdisk itu berasal. Pasti dari komputer yang sudah terinfeksi. Contohnya komputer-komputer di warnet-warnet. Jadi, cegah juga masuknya virus ke dalam Flashdisk. Caranya adalah dengan menscan komputer yang akan dicoloki Flash Disk.

Kita bisa menjalankan antivirus yang portable—antivirus yang disimpan di Flashdisk, tak perlu diinstal di komputer untuk bisa berjalan. Dengan antivirus itu, komputer akan di scan. Tidak butuh waktu yang sedikit, apalagi kalau komputer memiliki file yang sangat banyak. Tetapi, memang seperti itulah kenyataan dalam dunia TI—kenyamanan berbanding terbalik dengan keamanan.

Yang kita butuhkan adalah antivirus portable, seperti AntivirX, ClamWin yang bisa diunduh dari www.clamwin.com. Kita juga perlu membuat sebuah file yang jalan otomatis ketika Flashdisk dicolok. File itu akan menjalankan antivirus yang ada di Flashdisk. Ini mirip dengan file jalan otomatis yang sering terdapat pada CD instalasi program.

Buka Notepad dan ketikkan baris-baris perintah berikut ini:

[autorun]
Open=antivirus.exe
Action=Open Anti Virus Portable!
Icon=icon.ico
Label=Your_Name
Kalau sudah, simpan dengan nama autorun.inf. Agar tidak jadi file TXT, ubah Save as Type menjadi [All Files].

Berikut ini adalah penjelasan ringkas mengenai perintah-perintah dalam file autorun.inf tadi.
Perintah “Open” adalah perintah untuk membuka antivirus tersebut. Perintah Open diikuti dengan file yang menjalankan antivirus. Jadi, ganti “antivirus.exe” di perintah itu dengan nama file antivirus yang digunakan. Misalnya, nama file antivirusnya “antivirx.exe” maka perintah tersebut menjadi “Open=clamwin.exe”. Nah, kalau file itu berada di dalam folder lain—misalnya folder AntivirX 1.0, perintah itu berubah menjadi “Open=AntivirX 1.0-clamwin.exe”.
Perintah “Action”berguna untuk menampilkan kalimat pada kotak dialog ketika antivirus akan dijalankan. Kalimat yang mengikuti perintah ini boleh diganti dengan kata-kata lain.

Perintah “Icon” berfungsi untuk mengganti ikon standar UFD yang tampil pada Windows Explorer. Enggak ada fungsi khusus yang berkaitan dengan antivirus, ikon itu cuma mempercantik saja. Tentu saja file ikon harus ada juga di Flashdisk. Nama file yang pada contoh “icon.ico” diganti sesuai dengan nama file ikon yang digunakan.
Terakhir, perintah “Label” berfungsi ntuk memberikan nama dari pada UFD. Sama seperti perintah “Icon”, perintah ini juga enggak ada hubungannya dengan usaha pencegahan masuknya virus.

Atribut file autorun.inf itu baiknya dibuat menjadi “Read-Only”–cuma bisa dibaca, tidak bisa diubah-ubah. Kalau tidak bisa diubah, berarti virus tidak akan bisa memodifikasi file tersebut. Caranya begini, klik kanan file itu, lalu klik [Properties]. Pada bagian Attributes, beri tanda centang pada [Read-Only].
Berikut ini adalah penggunaan UFD untuk mendeteksi virus yang ada pada komputer.

1. Masukkan UFD namun jangan membuka flash disk pada komputer. UFD belum dibuka, virus dalam komputer tidak akan masuk ke dalam flash disk atau sebaliknya.
2. Jalankan fungsi jalan otomatis dengan mengklik tombol [OK] pada kotak dialog yang muncul. Antivirus portabel yang ada pada UFD akan berjalan.
3. Scan virus pada komputer, khususnya pada C:-Windows-System32.
4. Kalau ada antivirus melaporkan adanya virus, jangan ragu, komputer itu memang bervirus.
5. Selanjutnya silakan bersihkan komputer itu. Kalau tidak, yah cabut saja buru-buru UFD yang dicolok.

Full Post...

gravatar

[Hati-hati] Virus Michael Jackson Mulai Merajalela

Hati-hati jika anda menerima email yang berhubungan dengan Michael Jackson, karena itu merupakan sebuah virus. Khusus untuk para pemakai Internet agar tidak membuka email yang menyatakan diri berisi gambar dan lagu rahasia Michael Jackson tersebut.
Email tersebut memiliki judul “Remembering Michael Jackson” dan dikirim oleh sarah@michaeljackson.com. Email tersebut memberitahu penerimanya bahwa satu file tautan dengan judul “Michael songs and picture.zip” berisi gambar dan lagu rahasia sang bintang musik pop, yang meninggal akibat jantungnya berhenti berdenyut secara mendadak di Amerika Serikat pada Kamis, 25 Juni. Demi keamanan komputer anda lebih baik tidak membuka file tersebut.


“Dengan membuka file tautan, pemakai komputer terpajan (exposed) terhadap infeksi. Begitu terinfeksi, satu komputer akan secara otomatis mulai menyebarkan ‘worm’ ke komputer lain lewat Internet,” Selain memlalui email, virus tersebut juga mampu menyebar saat komponen Autorun di memori USB yang terpasang.

Full Post...

gravatar

Serangan Virus Pada Linux


Wikipedia mencatat sudah ada 2 trojan, 22 virus, dan 11 worm menyerang OS linux. Dibandingkan Windows, jumlahnya memang sangat sedikit. Namun ancaman itu tetap ada. Bahkan serangan lintas platform, yaitu yang dapat bekerja di Linux maupun Microsoft sudah terjadi.


Dalam kegunaanya sebagai server, ancaman nyata terhadap linux adalah masuknya hacker. Sedangkan untuk internal office server, yang tidak terhubung ke internet, adalah sebaran virus windows. Linux sebagai sistem operasi tidak terkena ancaman ini secara langsung. Namun data yang ditampungnya dapat terinfeksi.


Jadi pemakai Linux tetap harus waspada. Gejala virus didalam Linux memang tidak terdeteksi secara langsung, tetapi dialami oleh pengakases server tersebut. Ada 2 tipe server yang perlu perhatian dari ancaman virus:


1. Mail Server


Linux sebagai mail server sangat populer dan diakui kehandalannya. Sebagai server, linux aman terhadap infeksi virus dan ancaman lain. Namun setiap lalu lintas email diserver tersebut tidak djamin bersih dari ancaman. Ini tentunya membahayakan penerima dari email dari server linux.


Untuk membuat setiap mail yang kita kirim atau diterima oleh pemilik mailbox bersih dari ancaman, diperlukan sebuah proteksi. Antivirus yang paling tepat untuk ini adalah anti virus yang dapat bekerja pada Mail Sever Linux/ BSD.


2. File Server


Sama seperti fungsi linux sebagai server lainnya, apakah seluruh data yang disimpan dalam Samba Server Aman?


Server Linux tidak mengetahui apakah file-file yang tersimpan di dalamnya aman atau tidak dari virus jika tidak ada anti virus yang melakukan pengecekan terhadap seluruh file yang ada. Sebagai tempat penyimpanan data, sistem operasi Linux tidak akan mengeksekusi file tersebut. Namun setiap workstation yang terhubung ke Linux tersebutlah yang mengeksekusinya.

Full Post...